|

Tangki Biru-Putih Angkut 8.000 Liter Solar Diduga Ilegal Ditangkap Polres Pohuwato, Sumber BBM Disebut Berasal dari Bitung Sulut

POHUWATO, Sidik-investigasinews.my.id

–Praktik dugaan penyelundupan dan distribusi BBM bersubsidi jenis solar kembali terbongkar. Satuan Reskrim Polres Pohuwato, Provinsi Gorontalo, menangkap 1 (satu) unit mobil tangki warna biru-putih yang diduga mengangkut 8.000 liter solar tanpa dokumen resmi.

Dari hasil pemeriksaan awal, BBM tersebut diduga berasal dari Sulawesi Utara, Kota Bitung, dan rencananya akan disuplai ke lokasi tambang ilegal di wilayah Marisa, Kabupaten Pohuwato.

Penangkapan itu terjadi pada Kamis (12/02/2026) sekitar pukul 03.00 WITA, dan baru terungkap ke publik pada Senin (16/02/2026) melalui keterangan resmi pihak kepolisian.

Polres Pohuwato: 8.000 Liter Solar Diamankan, 3 Warga Bitung Ditahan

Kapolres Pohuwato AKBP Busroni, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Polres Pohuwato AKP Khoirunnas, S.I.K., M.H., dalam keterangan pers menyampaikan bahwa pihaknya mengamankan BBM bersubsidi jenis solar sebanyak 8.000 liter yang diangkut menggunakan truk tangki merek Isuzu.

“Pada hari Kamis tanggal 12 Februari 2026 pukul 03.00 WITA, Satuan Reskrim Polres Pohuwato melakukan penangkapan BBM bersubsidi jenis solar,” ungkap AKP Khoirunnas.

Mobil tangki tersebut diamankan saat melintas di Desa Teratai, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato. Saat ini, kendaraan beserta muatan sudah diamankan di halaman Mapolres Pohuwato.

Tidak hanya kendaraan, polisi juga menahan tiga orang yang berada di dalam mobil tangki tersebut.

“Selain mobil tangki dan BBM, kami juga menahan tiga orang yang berinisial JM, JJTM, dan RT, warga Kota Bitung, yang saat itu berada di dalam mobil tangki,” tegas Khoirunnas.

BBM Diduga Akan Disuplai ke Tambang Ilegal

Berdasarkan keterangan awal dari tiga orang yang diamankan, BBM tersebut diduga akan dibawa untuk kebutuhan aktivitas tambang ilegal di wilayah Marisa.

Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa solar bersubsidi masih menjadi komoditas utama yang diburu untuk kebutuhan industri ilegal, termasuk pertambangan tanpa izin, karena selisih harga yang tinggi.

Barang Bukti yang Diamankan Polisi

Dalam kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya:

1 unit truk tangki Isuzu

Nopol: DB 8070 CK

8 (delapan) galon berisi BBM bersubsidi jenis solar

1 buah kunci truk tronton

Dokumen/surat-surat kendaraan terkait

Nama “Berry” Sempat Disebut, Namun Membantah

Dalam perkembangan investigasi, sempat muncul informasi yang menyebut nama seseorang berinisial Berry sebagai pemilik BBM dan mobil tangki tersebut.

Namun, saat awak media melakukan penelusuran lebih dalam, Berry membantah keras tudingan tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp, Berry menegaskan bahwa BBM itu bukan miliknya.

“Itu bukan milik saya,” tulis Berry melalui pesan singkat WhatsApp kepada awak media.

Jejak Bitung–Gorontalo Jadi Sorotan

Kasus ini membuka kembali perhatian publik terhadap jalur distribusi BBM bersubsidi lintas provinsi, khususnya rute Bitung (Sulut) – Gorontalo, yang diduga kerap dimanfaatkan untuk mengalirkan solar bersubsidi ke sektor ilegal.

Jika benar BBM tersebut berasal dari Bitung, maka aparat penegak hukum diminta menelusuri:

asal pengisian solar

jaringan pemasok

penampung di daerah asal

dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam distribusi lintas wilayah

APH Diminta Bongkar Aktor Utama, Bukan Hanya Sopir

Masyarakat berharap kasus ini tidak berhenti pada penahanan sopir atau awak kendaraan semata. Publik meminta Polres Pohuwato dan instansi terkait untuk membongkar siapa pemodal, pemilik kendaraan, serta jaringan penyuplai.

Terlebih, kasus BBM bersubsidi ilegal selama ini kerap berulang dengan pola yang sama: ditangkap di jalan, namun aktor utama jarang tersentuh.

Masih Menunggu Konfirmasi Pihak Terkait

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mendapatkan konfirmasi lanjutan dari pihak-pihak terkait, termasuk:

pihak kepolisian di Kota Bitung

pihak kepolisian di wilayah Minahasa

instansi terkait yang berwenang mengawasi distribusi BBM bersubsidi

(Team)

Berita Terkait