|

Nama MEP Disebut dalam Dugaan Penipuan Makelar Jabatan Rp355 Juta, Ketum GTI Desak Polisi Telusuri Aliran Dana

Manado – Sidik-investigasinews.my.id

Dugaan kasus penipuan bermodus makelar jabatan dengan nilai kerugian mencapai Rp355 juta kini memasuki babak baru. Subdirektorat Keamanan Negara (Subdit Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Utara dilaporkan telah melakukan pemeriksaan maraton terhadap terduga pelaku berinisial CP alias Calvin.

Teranyar, beredar informasi bahwa sejumlah nama ikut disebut dalam kasus yang diduga melibatkan Calvin tersebut. Salah satu nama yang mencuat adalah sosok berinisial MEP. Jika benar disebut dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), penyidik diminta segera memanggil dan memeriksa yang bersangkutan.

Ketua Umum LSM Garda Timur Indonesia (GTI), Fikri Alkatiri, menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus bertindak transparan dan profesional dalam mengusut kasus ini.

“Kalau dalam BAP nama MEP disebut, maka penyidik wajib memanggil dan memeriksa. Apalagi kalau ada dugaan upeti atau aliran dana, harus ditelusuri mengalir ke siapa saja,” tegas Fikri.

Ia juga meminta Polda Sulut mengungkap dugaan praktik kongkalikong dalam proses pemilihan jabatan yang disebut-sebut tersistem melalui pola “makelar jabatan”.

“Kami minta kasus ini diusut tuntas. Jangan ada yang ditutupi. Polda Sulut harus transparan karena ini menyangkut kepercayaan publik,” tambahnya.

Kasus dugaan penipuan ini dilaporkan oleh anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi Partai Golkar, Lady Olga, yang mengaku mengalami kerugian sebesar Rp355 juta. Laporan tersebut tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/386/V/2025/SPKT/POLDA SULUT, tertanggal 2 Juni 2025.

Hingga berita ini diterbitkan, sosok berinisial MEP yang dihubungi tim redaksi melalui nomor ponsel +62 813-2222-9xxx belum memberikan tanggapan atau balasan pesan WhatsApp terkait isu yang berkembang tersebut.

Pihak kepolisian sendiri belum memberikan keterangan resmi mengenai kemungkinan adanya tersangka lain dalam perkara ini. Proses penyidikan masih terus berjalan.

(***)

Berita Terkait